Pimpinan DPR menyoroti temuan sejumlah koper milik jemaah haji yang dilaporkan rusak saat proses pemulangan dari Tanah Suci. DPR meminta pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh dan bertanggung jawab atas kerusakan barang milik para jemaah tersebut.
Menurut pimpinan DPR, pelayanan terhadap jemaah haji tidak hanya menyangkut ibadah selama di Arab Saudi, tetapi juga mencakup keamanan dan kenyamanan barang bawaan jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.
“Kalau memang ada kerusakan koper jemaah, harus dievaluasi dan ada pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai merugikan jemaah,” ujarnya.
DPR meminta Kementerian Agama bersama maskapai dan pihak pengelola layanan bagasi melakukan penelusuran terkait penyebab kerusakan koper. Selain itu, mekanisme penggantian atau kompensasi bagi jemaah yang dirugikan juga diminta segera dipastikan.
Sejumlah jemaah sebelumnya mengeluhkan kondisi koper yang rusak setibanya di Indonesia. Kerusakan yang ditemukan beragam, mulai dari roda patah, resleting rusak, hingga bagian koper pecah.
Pimpinan DPR menegaskan pelayanan haji harus terus diperbaiki setiap tahunnya agar para jemaah mendapatkan pelayanan maksimal. Evaluasi dinilai penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.
Sementara itu, pemerintah menyatakan akan menindaklanjuti laporan kerusakan koper tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi para jemaah.
