Negeriku – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai Provinsi Banten memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Berbekal letak geografis serta dukungan infrastruktur transportasi, kawasan industri, dan pusat perdagangan, Banten kini menjadi simpul penting ekonomi, logistik, investasi, dan mobilitas nasional, bukan lagi sekadar daerah penyangga.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik, pada Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu (4/10/2026). Ia menyebutkan, Banten merupakan penghubung utama antara Pulau Jawa dan Sumatera yang terintegrasi langsung dengan kawasan ekonomi Jakarta.
“Banten memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional sebagai penghubung Jawa dan Sumatera, serta bagian penting dari kawasan ekonomi yang terhubung langsung dengan Jakarta,” ungkap Anwar.
Ia memaparkan, posisi tersebut makin kuat dengan adanya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, dan jaringan jalan tol yang memadai. Kondisi ini yang membuat peran Banten makin vital dalam perputaran roda ekonomi nasional.
Posisi strategis tersebut juga tecermin dari kinerja pembangunan daerah yang positif. Pada triwulan II-2026, ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,49 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen. Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp253,9 triliun.
Dari sisi pembangunan manusia dan kesejahteraan, persentase penduduk miskin di Banten pada Maret 2026 tercatat sebesar 5,38 persen, jauh lebih rendah dibandingkan angka nasional yang menyentuh 8,07 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten pada 2025 mencapai 77,25, juga berada di atas rata-rata nasional sebesar 75,90.
Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten tahun ini mengusung tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak”. Tema tersebut menjadi pendorong bagi seluruh jajaran Pemprov Banten untuk merespons berbagai persoalan secara cepat dan adaptif.
Menurut Gubernur Andra Soni, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah program atau capaian indikator angka semata. Pembangunan sejati harus tecermin dari peningkatan kualitas hidup masyarakat, kemudahan akses layanan dasar, dan pemerataan manfaat di seluruh wilayah Banten.
“Pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang kita laksanakan, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan dan seberapa nyata perubahan yang dapat dihadirkan bagi masyarakat.” Tutup.
BIOGRAFI MUKTAP SULAEMAN
Muktap Sulaeman merupakan individu yang memiliki rekam perjalanan dalam bidang organisasi kemahasiswaan, pendidikan, dan media. Pengalaman yang ditempuhnya menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, pengembangan kapasitas intelektual,serta pemahaman terhadap dinamika sosial dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam bidang pendidikan, Muktap Sulaeman merupakan lulusan STKIP Mutiara Banten tahun 2024. Pendidikan tinggi menjadi salah satu fondasi dalam membangun cara berpikir kritis, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan dalam memahami berbagai persoalan sosial secara objektif dan konstruktif.
Perjalanan organisasinya dimulai melalui keterlibatan dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejak tahun 2022. Organisasi tersebut menjadi salah satu ruang pembelajaran dalam memahami nilai-nilai pergerakan mahasiswa, kaderisasi,kepemimpinan, serta tanggung jawab intelektual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengalaman berorganisasi juga menjadi bagian penting dalam membentuk perspektif mengenai peran pemuda dan mahasiswa dalam mengawal kepentingan masyarakat.
Di bidang media dan jurnalistik, Muktap Sulaeman pernah menjadi bagian dari Nusakata.com. Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya mengenai peran media sebagai sarana penyebaran informasi, penyampaian aspirasi publik, dan bagian dari mekanisme kontrol sosial.
Keberadaan media tidak hanya dipandang sebagai saluran pemberitaan, tetapi juga sebagai instrumen yang memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.
Perpaduan antara pengalaman organisasi, pendidikan, dan keterlibatan dalam dunia media menjadi bagian dari perjalanan Muktap Sulaeman dalam mengembangkan kapasitas diri. Ketiga bidang tersebut memiliki keterkaitan dalam membangun kepekaan terhadap persoalan publik, memperkuat kemampuan komunikasi, serta memahami pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokratis.
Bagi Muktap Sulaeman, pengalaman merupakan proses pembelajaran yang berkelanjutan. Pengetahuan akademik, nilai-nilai organisasi, dan pemahaman terhadap kerja jurnalistik menjadi bekal untuk melihat persoalan secara lebih luas, menempatkan kepentingan publik sebagai hal yang penting, serta mendorong terciptanya ruang dialog yang sehat dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan latar belakang tersebut, Muktap Sulaeman terus menapaki perjalanan pengembangan diri melalui pengalaman, pemikiran, dan keterlibatan sosial.
Biografi ini menjadi gambaran perjalanan seorang individu yang menempatkan pendidikan, organisasi, dan media sebagai bagian dari pembentukan karakter serta kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
DATA PROFIL
Nama lengkap: Muktap Sulaeman
Pendidikan terakhir: STKIP Mutiara Banten
Tahun kelulusan: 2024
Pengalaman organisasi: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sejak 2022
Pengalaman media: Pernah menjadi bagian dari Nusakata.com
Bidang pengalaman: Organisasi kemahasiswaan, pendidikan, media, dan kehidupan sosial kemasyarakatan