Kabarnegriku // Bekasi . Gerakan masyarakat anti Judol Indonesia selalu fokus Mengawal dan berkolaborasi dengan program menteri komdigi terkait membebaskan masyarakat indonesia dari praktek judi online ,sampai saat ini memang tidak mudah untuk memberantas perjudian online ini, kami bersama masyarakat dan pemerintah selalu memberikan edukasi dan sosialisasi terkait bahayanya candu judol ini karena dapat merusak masa depan bangsa dan menghancurkan ekonomi masyarakat
Toto Sugiarto sebagai ketua dari Gema Aji meminta kepada aparat hukum mengawasi pergerakan judol dikalangan sektor kewilayahan melalui pengawasan dari para Bimaspol dan Babinsa untuk selalu menjalin kordinasi informatif hukum kepada jajaran ketua RT dan RW di wilayah satuan tugasnya, dan para pimpinan wilkum Polsek seluruh Indonesia untuk bersinergi dengan tokoh masyarakat adat dan tokoh Agama, karena pendekatan inilah yang efektif dapat membuat seluruh elemen partisipatif sehingga bahaya Judol bisa ditekan semifinal mungkin
Toto juga mengomentari kementerian komdigi yang sampai saat ini masih belum maksimal memberantas situs situs judol yang masih beredar di sosial media yang lewat melalui iklan pendek di sosmed, pesan wa
dan lain sebagainya, dan kami juga meminta Bareskrim pro aktif jika kami masyarakat baik perorangan maupun organisasi melaporkan adanya dugaan praktek judol dan diharapkan juga penundaan proses hukum nya yang transparan dan presisi susai dengan super visi Kapolri
Gema Aji dalam proses nya di masyarakat membuka hotline center pengaduan jika ada masyarakat yang ingin melaporkan praktek perjudian baik offline dan online, sehingga Gema Aji akan meneruskan pengaduan tersebut kepihak kepolisian untuk dilakukan pendalaman dan penyelidikan sehingga masyarakat lebih mudah dan merasa nyaman dilingkungan keluarga lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat pungkas toto saat di wawancarai awak media di Jakarta
(Red)
