Kabarnegriku// BEKASI . Musim kemarau mulai menelan kesulitan warga di Kampung Karatan RT 002/026, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Selama hampir tiga bulan, masyarakat setempat mengalami krisis air bersih dan terpaksa bertahan dengan sumber air seadanya.
Kondisi tersebut membuat warga memanfaatkan air dari kobakan sawah maupun aliran kali yang masih memiliki genangan. Ironisnya, air yang digunakan untuk mandi dan kebutuhan MCK itu disebut berwarna kehijauan.
Salah seorang warga, Kong Banin, mengaku tidak memiliki banyak pilihan. Untuk kebutuhan memasak dan minum, dirinya terpaksa membeli air isi ulang.
«“Ya gimana lagi, air cuma ada ini. Terpaksa saya gunakan untuk mandi dan MCK. Kalau untuk memasak saya beli air galon (isi ulang), sehari bisa dua galon,” ujar Kong Banin.»
Krisis air bersih tersebut semakin terasa di tengah kemarau yang berkepanjangan. Warga berharap kondisi ini segera mendapat perhatian serius, khususnya dari pemerintah, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Di tengah kesulitan itu, bantuan datang dari Yayasan Astri Bakti Peduli Karawang. Dipimpin langsung Ustaz Muhkopin, yayasan tersebut menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak di wilayah Tarumajaya.
Sebanyak dua mobil tangki air dengan total kapasitas sekitar 8.000 liter diturunkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
“Alhamdulillah hari ini kita bantu masyarakat yang sangat membutuhkan air bersih di wilayah Tarumajaya. Dua mobil air bersih dengan kapasitas 8 ribu liter kita turunkan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan,” kata Muhkopin.
Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Muhkopin juga mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar hujan segera turun dan krisis air tidak semakin meluas.
“Semoga dengan adanya bantuan air bersih ini dapat meringankan beban mereka. Kita terus tawakal dan berdoa kepada Allah SWT agar hujan cepat turun sehingga kekeringan ini tidak terus melanda,” ujarnya.
Warga Kini Menanti Langkah Pemerintah
Bantuan dari masyarakat dan lembaga sosial dinilai sangat berarti bagi warga. Namun, kondisi kekeringan yang berlangsung hingga berbulan-bulan membutuhkan penanganan yang lebih berkelanjutan.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun instansi terkait segera turun tangan dengan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
Sebab, bagi warga Kampung Karatan, persoalan air bukan lagi sekadar keluhan saat musim kemarau, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut kehidupan sehari-hari.
BIOGRAFI MUKTAP SULAEMAN
Muktap Sulaeman merupakan individu yang memiliki rekam perjalanan dalam bidang organisasi kemahasiswaan, pendidikan, dan media. Pengalaman yang ditempuhnya menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, pengembangan kapasitas intelektual,serta pemahaman terhadap dinamika sosial dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam bidang pendidikan, Muktap Sulaeman merupakan lulusan STKIP Mutiara Banten tahun 2024. Pendidikan tinggi menjadi salah satu fondasi dalam membangun cara berpikir kritis, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan dalam memahami berbagai persoalan sosial secara objektif dan konstruktif.
Perjalanan organisasinya dimulai melalui keterlibatan dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejak tahun 2022. Organisasi tersebut menjadi salah satu ruang pembelajaran dalam memahami nilai-nilai pergerakan mahasiswa, kaderisasi,kepemimpinan, serta tanggung jawab intelektual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengalaman berorganisasi juga menjadi bagian penting dalam membentuk perspektif mengenai peran pemuda dan mahasiswa dalam mengawal kepentingan masyarakat.
Di bidang media dan jurnalistik, Muktap Sulaeman pernah menjadi bagian dari Nusakata.com. Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya mengenai peran media sebagai sarana penyebaran informasi, penyampaian aspirasi publik, dan bagian dari mekanisme kontrol sosial.
Keberadaan media tidak hanya dipandang sebagai saluran pemberitaan, tetapi juga sebagai instrumen yang memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.
Perpaduan antara pengalaman organisasi, pendidikan, dan keterlibatan dalam dunia media menjadi bagian dari perjalanan Muktap Sulaeman dalam mengembangkan kapasitas diri. Ketiga bidang tersebut memiliki keterkaitan dalam membangun kepekaan terhadap persoalan publik, memperkuat kemampuan komunikasi, serta memahami pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokratis.
Bagi Muktap Sulaeman, pengalaman merupakan proses pembelajaran yang berkelanjutan. Pengetahuan akademik, nilai-nilai organisasi, dan pemahaman terhadap kerja jurnalistik menjadi bekal untuk melihat persoalan secara lebih luas, menempatkan kepentingan publik sebagai hal yang penting, serta mendorong terciptanya ruang dialog yang sehat dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan latar belakang tersebut, Muktap Sulaeman terus menapaki perjalanan pengembangan diri melalui pengalaman, pemikiran, dan keterlibatan sosial.
Biografi ini menjadi gambaran perjalanan seorang individu yang menempatkan pendidikan, organisasi, dan media sebagai bagian dari pembentukan karakter serta kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
DATA PROFIL
Nama lengkap: Muktap Sulaeman
Pendidikan terakhir: STKIP Mutiara Banten
Tahun kelulusan: 2024
Pengalaman organisasi: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sejak 2022
Pengalaman media: Pernah menjadi bagian dari Nusakata.com
Bidang pengalaman: Organisasi kemahasiswaan, pendidikan, media, dan kehidupan sosial kemasyarakatan